Beranda Kesehatan Tingkat Kebisingan Bisa Berdampak Buruk pada Kesuburan Pria

Tingkat Kebisingan Bisa Berdampak Buruk pada Kesuburan Pria

14
0
BAGIKAN
Tingkat Kebisingan Bisa Berdampak Buruk pada Kesuburan Pria

“Polusi suara di malam hari dapat meningkatkan risiko kemandulan secara signifikan.”

TOTABUANEWS.COM, JAKARTA – Salah satu konsekuensi yang harus dihadapi ketika tinggal di kota besar adalah suara bising yang ada, baik dari lalu lintas maupun suara mesin industri.

Namun suara bising itu sendiri tanpa diduga dapat berdampak pada tingkat kesuburan seseorang lho, utamanya pada pria.

Temuan ini dikemukakan tim peneliti dari Seoul National University dengan melibatkan 206.492 pria berusia 20-59 tahun. Studi dilakukan dalam kurun tahun 2006-2013.

Dalam studi ini, peneliti menghitung tingkat kebisingan beberapa wilayah dan membandingkannya dengan prevalensi tingkat ketidaksuburan atau kemandulan pria yang tinggal di wilayah-wilayah tersebut. Di akhir studi, 3.293 partisipan dilaporkan mengalami kemandulan.

Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa polusi suara di malam hari, dengan tingkat kebisingan minimal 55 desibel (setara dengan tingkat kebisingan di pinggiran kota besar), dapat meningkatkan risiko kemandulan pada pria secara signifikan.

Fakta ini terbukti konsisten sebab peneliti telah mempertimbangkan faktor risiko kemandulan lainnya seperti BMI (indeks massa tubuh) partisipan atau kebiasaan merokok mereka.

Namun kaitannya bukan pada kebisingan itu sendiri, melainkan pada gangguan pola tidur akibat kebisingan tersebut. Kurang tidur, utamanya kurang dari enam jam dalam semalam, terbukti menurunkan peluang seorang pria untuk bisa menghamili pasangannya hingga 43 persen.

Kurang tidur juga dilaporkan mempengaruhi jumlah sperma, mengubah bentuk sperma dan mengurangi kadar hormon testosterone.

“Polusi suara telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, namun kemandulan nampaknya menjadi dampak yang tak terduga dari fenomena ini,” kata peneliti, Jin Young Min seperti dilaporkan The Independent.

Min menambahkan, bila tren ini berlanjut atau tidak segera ditangani, generasi di masa depan akan kesulitan untuk menghasilkan keturunan yang sehat atau bahkan mengalami kesulitan ketika ingin mendapatkan keturunan.

Apalagi studi sebelumnya menyebut, tiap penambahan polusi suara dari kemacetan lalu lintas dengan tingkat kebisingan sebanyak 10 desibel, dapat meningkatkan risiko wanita untuk susah hamil sebesar 8 persen. Yang dimaksud susah hamil di sini adalah ketika seorang wanita dilaporkan butuh waktu lebih dari enam bulan untuk bisa hamil setelah berhubungan.

Menurut peneliti, polusi suara juga mempengaruhi siklus ovulasi wanita sehingga menjadi tidak beraturan, yang kemudian mempengaruhi peluang wanita tersebut untuk bisa mengandung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here