Berlangganan:Posts Komentar

Totabuanews Today

19/09/2014 - Website Pemkab Bolsel Mati Suri | 19/09/2014 - Rukmini Mengaku Khilaf Soal Mutasi Guru yang Kehilangan Hak Mengajar | 18/09/2014 - Jadi Anggota DPRD Buhang tak Gunakan SPPD | 18/09/2014 - Calo CPNS Mulai Terkuak | 18/09/2014 - Diduga Diskriminasi Guru, Dunia Pendidikan KK Tercoreng | 18/09/2014 - Rp 5 M Dana Block Grant Tahun Ini Terancam Hangus | 18/09/2014 - Amerika Siap Kerjasama dengan Kotamobagu | 18/09/2014 - Pelantikan Anggota DPRD Bolmut Telan Dana Rp 600 Juta | 18/09/2014 - Tak Miliki Izin Mendirikan Bangunan, Rumah Sakit Kinapit Bakal Dibongkar | 18/09/2014 - Pecat Tenaga Lokal, PT-JRBM Dituding Langgar Kesepakatan | 17/09/2014 - Aparat Hukum Didesak Seriusi Dugaan Penyimpangan Rp 1,6 Milyar Dana Block Grant | 14/09/2014 - Foto Bugil Warga Poybes I Hebohkan Kotamobagu | 09/09/2014 - Dinkes Prioritas Pemberantasan Penyakit | 09/09/2014 - Kepala Daerah Dipilih DPRD, Anggaran Pilkada Bakal Berkurang | 09/09/2014 - Pedagang Pasar 23 Maret Teken MoU | 03/09/2014 - AMANBOM Serahkan Ranperda Adat ke Komisi III DPRD KK | 03/09/2014 - Mopait Gelar Festival Budaya | 29/08/2014 - PAN Pecat Caleg Terpilih Bolmut | 25/08/2014 - Pendaftaran CPNS KK Dibuka | 25/08/2014 - APPSI Berharap Pemkot Arif Atur Pedagang | 25/08/2014 - Jalan Kampus Tuai Keluhan Warga | 24/08/2014 - Kejari Boroko Tahan Dua Tersangka Kasus Pengadaan Travo Cantol | 24/08/2014 - DPRD Sebut Sekot dan BLH tak Sensitif | 23/08/2014 - Polres Bolmong Gelar Rekonstruksi Kasus Curanmor | 22/08/2014 - Komisi II: Proyek Motoboi Kecil Banyak Kejanggalan | 22/08/2014 - Ishak Desak Kasat Pol PP Bertanggung Jawab Soal Dugaan Pungli Anggotanya | 22/08/2014 - Jainuddin: Insya Allah P-BMR Segera Disahkan | 22/08/2014 - AMANBOM Serahkan Ranperda Adat ke DPRD | 21/08/2014 - Ini Alur Mekanisme Pendaftaran CPNS 2014 | 21/08/2014 - Soal Proyek RTH Mogolaing, Warga Minta Kejaksaan Turun Tangan | 21/08/2014 - 10 Pejabat Bolmong Nebeng Diklat Pim 3 di Boltim | 21/08/2014 - Uji Coba Sistem CAT, Peserta tak Memenuhi Passing Grade | 21/08/2014 - 1 CJH Kotamobagu Meninggal Dunia | 19/08/2014 - Warga Kopandakan I Sebut Sekot dan BLH tak Sensitif | 18/08/2014 - Paskibraka Boltim Rela Mandi “Pece” | 18/08/2014 - Jalan Ambrol Masih Sulit Dilalui | 18/08/2014 - 11 Rumah Hanyut, 40 KK Mengungsi di Bolmong | 18/08/2014 - HUT RI, Napi Kasus Korupsi tak Dapat Remisi | 16/08/2014 - Warga Mocil Tuding PT PDM “Rusak” Fasilitas Umum | 16/08/2014 - Calon Pimpinan DPRD Dari PAN di BMR Segera Ditentukan | 16/08/2014 - BRANI Berikan Bantuan Satu Unit Alat Musik Bambu | 15/08/2014 - Ini Kata Walikota Soal Anggota DPRD tak Hadiri Paripurna | 15/08/2014 - Paripurna Istimewa di DPRD KK, Hanya Dihadiri 3 Aleg | 14/08/2014 - Warga Kotamobagu Waspada Virus Ebola | 14/08/2014 - Jelang HUT RI, Pemkot Gelar Lomba Gerak Jalan Sehat | 14/08/2014 - Calon Ketua Dekab Ikut FPT di DPP PDIP | 14/08/2014 - Bolsel Siaga Banjir Susulan | 14/08/2014 - Sambut HUT RI, Modayag Barat Gelar Lomba | 14/08/2014 - Aktifis Tuding Aleg KK ‘Mandul’ | 14/08/2014 - Lokasi Perayaan HUT RI Rawan Bencana | TOTABUANEWS

You Are Here: Home » Boltim, Terkini » Pengesahan Dua Desa Pemekaran Ditunda

Sehan Landjar

Sehan Landjar

TOTABUANEWS.COM, Tutuyan – Bupati Bolang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Lanjdar menunda pengesahan 2 dari 30 desa yang dimekarkan.

Sehan menuturkan alasan penundaan karena terjadi permasalah penting yang mengharuskan dia menunda peresmian 2 desa yang telah disetujui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk dimekarkan. “Ada 2 desa Molobog Timur dan Desa Tangaton karen masih ada permasalah urgen yang harus diselesaikan,” ujar Sehan akhir pekan lalu.

Sehan menjelaskan untuk Desa Molobog Timur yang diusulkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim untuk dimekarkan hanya memiliki puluhan kepala keluarga (KK). Padahal undang-undang mengamanatkan pemekaran desa minimal 200 KK. “Molobog Timur ternyata penduduk hanya 30 kk tinggal diatas lahan seluas 7 hektar dan 4 hektar milik orang lain yang pemiliknya mengancam jika diresmikan dia akan ambil alih tanahnya,” jelas Sehan.

Sehan menjelaskan jika desa tersebut akan dimekarkan maka akan timbul masalah. Katanya, akan terjadi kekosongan desa sebab warga akan diusir pemilik tanah, “Nanti akan jadi desa kosong ditinggalkan penduduknya,” ujar Sehan.

Namun menurut Sehan dirinya dalam waktu dekat akan melantik 2 Sangadi di desa pemekaran lainnya yakni Desa Sumber Rejo dan Bongkudai Selatan. “2 desa sudah disahkan dan Sangadinya belum dilantik. Tapi saya dengan menurut BPMPD sudah ada calon Sangadi yang diusulkan,” jelasnya.

Sehan mengatakan pihaknya dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan hanya menganggarkan Rp 10 juta untuk setiap desa pemekaran. “Dalam pergeseran hanya dianggarakan Rp 10 juta untuk desa pemekaran dan ditambah hibah desa induk Rp 5 juta untuk dana operasional,” beber Sehan.

Namun pada APBD 2014, dirinya akan menganggarkan ratusan juta tiap desa di Boltim. Bantuan desa tersebut terdiri atas Anggaran Alokasi Desa (ADD) dan Tunjangan Pokok Aparat Pemerintah Desa (TPAPD). “Tadinya (2013) hanya Rp 15,5 miliar, tahun depan dianggarkan dana untuk desa Rp 29 Miliar. Jika DAU mencapai Rp 300 miliar makan akan diangkat lebih Rp 30 Miliar,” tuturnya.

Untuk itu, dia meminta semua desa pemekaran untuk segera menyusun Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBdes) untuk dimasukkan dalam rencana kerja anggaran (RKD).

“Segera mungkin agar dimasukkan di RKA dan pembuatan APBdes karena sudah waktunya menyusun APBD terutama pada insentif perangkat desa karena akan diolakasikan dalam ADD,” tutupnya. (emon/dar)

Tinggalkan Komentar

© 2013 TOTABUANEWS.COM Presented by PT Bintang Totabuan Indonesia · Berlangganan:PostsKomentar · totabuanews.com Powered by Totabuanews Team