Ekspresi Sastra, ‘Mosalamat’

Ekspresi Sastra, ‘Mosalamat’

14
0

Sejak zaman dahulu orang Mongondow telah mengenal jenis-jenis sastra yang diuapkan pada upacara atau acara tertentu. Sejak dikenalnya guman (Peminangan) dalam pernikahan, para guhanga atau penguasa adat, pada acara itu menggunakan bahasa sastra yang halus, bersanjak dan mengandung bahasa kiasan.

Untuk menasihati pengantin juga digunakan bentuk-bentuk sastra bersanjak yang berisi petuah dan petunjuk dalam menjalankan kehudupan rumah tangga baru.

Beberapa jenis sastra penting yang ditemui dikalangan orang Mongondow di Bolaang mongondow antara lain:

Mosalamat – salamat adalah jenis sajak yang diucapkan pada upacara tertentu, misalnya pada acara pernikahan atau sesuatu pesta sukacita lain-lain. Bentuk sastra ini disebut Bernat Ginupit sebagai pengaruh Islam, tepatnya melayu. Salamat biasa berisi harapan, doa, nasehat dan ada pula yang bersifat humor.

Contoh:

“salamat kon pinopo ande kon payoi

Bungainya nosimpu-simpungoi

A dungu’on sin undam in gogoi

Na’a bo kamunda aindon notuoi

Nobali’don notonibuloi

Yo poigumon Doa mobiag mononoi

Moyayu’ I rogenggeng bo ropatoi

Bo rijiki mo anto’I metampoi

Tabe’ takin salamat”.

Artinya :

Salam yang diandalkan pada padi

Buahnya berbulir-bulir

Ditanak pengobat lapar

Kini kamu berdua telah jadi

Pernikahan telah dilaksanakan

Minta doa umur panjang

Jauh dari silang sengketa

Rejeki banyak yang didapat

Tabik bersama salam

Laporan Fahmi Damogalad

Tidak ada berita yang terkait.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY